Nabi Muhammad bukan manusia biasa!!!!!!

24 03 2009

452400152_6789032abc(YAPI – 24/03) Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, hadir sebagai penceramah inti Ust. Othman Shihab, Lc.Mengawali ceramahnya, Ust. Othman Shihab membawakan sebuah cerita tentang ceramah yang diputar rutin setiap malam di bulan ini. Ceramah yang disiarkan sebuah radio di Jakarta itu, menurut beliau sangat  menyedihkan, betapa tidak, di sana berkali-kali dinukil bahwa Nabi SAW sama dengan manusia biasa seperti kita, dan selanjutnya meletakkan sifat-sifat “manusia biasa” ini kepada beliau SAW.

Hal ini sungguh tidak dapat diterima! Memang benar Al-Qur’an menyatakan “Katakan (Wahai Muhammad) aku adalah manusia seperti kalian..” Tetapi, lanjut beliau, ayat itu tidak berhenti sampai di situ. Pernyataan Al-Qur’an selanjutnya adalah ”…yûha ilayya”.  Inilah yang membuat beliau beda dengan kita. Beliau SAW senantiasa dibawah bimbingan wahyu. Beliau adalah pribadi yang “Tidak berbuat berdasarkan hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang telah diturunkan padanya”. Jika sepak terjang beliau senantiasa dibimbimbing wahyu, lantas layakkah kita menyamakan beliau dengan sosok seperti kita yang masih dibimbing oleh syahwat, amarah, tabiat (buruk) ?! Naudzu billah mindzalik..

Pertama, faktor genetik. Benar bahwa beliau secara fisik memang dari golongan manusia, tetapi bibit beliau adalah bibit unggul. Berapa riwayat menyatakan bahwa beliau dilahirkan dari kalangan orang-orang yang terpilih. Dalam hadits-hadits beliau pun banyak menyatakan bahwa garis keturunan beliau mulai ayahnya, Abdullah, sampai Nabi Ibrahim as, sampai Nabi Adam as. Adalah dari kalangan hamba-hamba Allah yang terpuji. Tidak ditemukan satupun dari garis keturunan beliau yang memiliki sifat tercela. Memang Allah telah menyiapkan beliau dari segi bibit, bobot, dan bebetnya.

Kedua, dari keindahan fisik. Riwayat telah sepakat bahwa beliau adalah manusia yang paling sempurna ketampanannya. Jika disebutkan bahwa manusia merasa cemburu dengan ketampanan yang dimiliki Nabi Yusuf, hingga wanita-wanita yang melihatnya memotong jari mereka tanpa sadar. Tapi Untuk kekasih Allah ini, bukan hanya manusia yang cemburu! Al-habib Ali mengutip dalam Simtuth Dhuror-nya bahwa rembulan yang purnama pun merasa cemburu akan keindahan raut wajah beliau SAW. Para sahabat mengatakan, jika bulan purnama hanya sekali dalam setiap bulan, maka kami setiap malam menikmati purnama dari cahaya wajah Rasulullah SAW. Mata mana yang mampu menatap pancaran sinar beliau, bahkan para sahabat jika ingin menikmati keindahan wajah beliau harus menunggu ketika beliau menundukkan wajah baru mereka mampu menatpnya.

Ketiga, akhlak beliau. Apa lagi yang mampu dikatakan jika Pencipta Alam Semesta ini telah memujinya dengan “Sungguh engkau memiliki akhlak yang agung”. Pengakuan yang tidak perlu lagi legitimasi dari selain-Nya. Sejarah telah mencatat bukti kebenaran firman Allah tersebut.  Simak saja kisah beliau dengan seseorang yang setiap hari selalu mengganggu, melempari kotoran, dan meludahi beliau. Ketika tiga hari orang tersebut tidak tampak di hadapan beliau, justru beliau menanyakannya. Ketika dijawab oleh Bilal bahwa orang tersebut sakit, beliau datang menjenguknya, tidak hanya itu, beliau memerintahkan Bilal untuk mendatangi rumah Sy. Fatimah dan meminta makanan, belum selesai, beliau lantas menyuapi orang tersebut dengan tangannya yang mulia. Bilal pun tertegun melihat perlakuan Sang Nabi ini.

Keempat, Kepedulian beliau terhadap sesama. Rasul SAW adalah manusia yang paling memikirkan nasib umat ini. Bukan hanya para sahabat yang hidup satu zaman dengannya, tetapi kita pun jauh hari telah dipikirkan oleh beliau. Sebuah riwayat menceritakan ketika Izra’il telah menghadap beliau untuk mencabut nyawa, pada saat itu beliau teringat ketika mi’raj berjumpa dengan Nabi Musa as. Dan beliau deberitahu bagaimana pedihnya sakaratul maut, yang oleh Nabi Musa as. Digambarkan seperti domba yang dikuliti hidup-hidup. Padahal Nabi Musa as. Adalah manusia  yang dicabut ruhnya dengan cara yang paling halus. Di saat-saat seperti itu, beliau mengangkat tangannya dan berdo’a “Ya Allah! Jika ada rasa sakit yang dialami umatku kelak di saat sakaratul maut mereka, maka biarlah sekarang aku, Nabinya, yang menanggung semua itu”. Bukan hanya di dunia, di akhirat kelak, ketika manusia telah sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Ayah meninggalkan anaknya, anak tidak kenal lagi dengan ayahnya, sahabat meninggalkan sahabatnya, di saat itu Rasul SAW sujud menangis di Mahsyar memintakan ampun kepada Allah untuk umatnya.

Selanjutnya beliau menyebutkan kewajiban-kewajiban yang harus kita tunaikan kepada beliau mencakup:

Pertama, mencintai beliau Saw melebihi dari kecintaan kita kepada manusia manapun di dunia ini.

Kedua, menaati beliau secara mutlak sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah. Karena Allah yang telah memerintahkan kita taat kepada beliau.

Ketiga, Shalawat kepada beliau. Allah dalam Al-Qur’an telah memerintahkan, bahkan Allah telah mendahului bershalawat kepada beliau. Maka layaklah jika kita yang mengharap syafa’at senantiasa memperbanyak shalawat kepada beliau Saw.

Keempat, mencintai keluarga beliau. Sesuai dengan firman Allah “Katakanlah, aku tidak meminta upah apapun kecuali cintailah al-qurba (keluarga Nabi)”.

Semoga dengan peringatan Maulid semcam ini menjadikan kita lebih mampu meneladani sikap beliau dalam kehidupan. Sungguh indah apa bacaan dalam Simtuth Dhuror, tetapi semoga kita tidak menjadi manusia yang munafik, setelah membacanya kemudian tidak mengikutinya.

Kemudian, acara selanjutnya adalah pembacaan kosidah yang dibawakan oleh para santri YAPI sendiri. Maka berakhirlah acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini di YAPI. (tulisan ini sebagian dikutip di yapibangil.org)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: